
Website berada di halaman pertama search engine tentu impian semua orang. Sayangnya untuk mendapatkan tempat ini tidaknya mudah. Salah satunya Anda harus mengerti tentang search intent. Lalu apa itu search intent?
Semenjak Google update versi Hummingbird di tahun 2013. Posisi dari user intent SEO semakin penting. Pada update versi-versi yang selanjutnya, tentunya semakin memperkuat pengaruh terhadap user intent hingga user experience pada SEO. Lalu apa ketentuan dari Search Intent?
Apa Itu Search Intent?
Bagi yang belum berpengalaman dalam dunia website, istilah Apa itu Search Intent atau disebut pula “maksud pencarian” yakni niatan/maksud/tujuan user ketika mengetikkan kata kunci atau keyword pada search engine.
User pasti mempunyai keinginan yang berbeda-beda. Seperti, ketika Anda akan mencari informasi tentang resep masakan soto. Maka yang dituliskan di kolom pencarian adalah “resep soto”. Hal ini tentu beda dengan user lainnya yang mungkin akan mencari resep membuat burger, nasi goreng, dan yang lainnya.
Misalnya lagi, user berkeinginan membeli Handphone baru. Pasti sekarang ini banyak user yang terlebih dulu searching tentang “review Handphone-handphone yang kemungkinan besar akan mereka beli”.
Jadi, setiap user pasti akan beda-beda, seperti user A mencari review Handphone brand A dan user B mencari review handphone brand B dan seterusnya. Tidak heran kenapa satu user bisa input banyak kata kunci atau keyword di kolom search engine per harinya.
Meski demikian, sebagai pemilik website, Anda tidak akan bisa memahami maksud user saat mencari sesuatu pada mesin pencari dengan mudah. Jelas, dari sini search intent mempunyai peran yang cukup penting demi meraup traffic yang semakin tinggi dari mesin pencarian.
Jenis-Jenis Search Intent
Setelah Anda tahu apa itu Search Intent? Selanjutnya perlu tahu juga tentang jenis search engine yang bisa gunakan untuk mendatangkan traffic yang bagus. yakni :
Informational
Banyak orang mencari sesuatu di mesin pencari, seperti Google pasti ingin menemukan informasi yang valid sesuai keinginan. Maka, jenis search intent informational ini termasuk seseorang yang memiliki pertanyaan secara khusus atau ingin paham lebih banyak tentang sesuatu topik.
Seperti mereka ingin mencari skor pertandingan piala dunia, atau ingin mencari tahu tentang informasi Kpop dan lain-lain.
Transactional
Jenis search intent ini lebih mengarah pada tindakan untuk pembelian. Kata lainnya, user telah tahu sebelumnya apa yang mereka inginkan atau apa yang akan mereka beli.
Jadi, kata kunci yang digunakan sangat spesifik. Contohnya “jual laptop murah, jual baju koko murah. dan sebagainya”.
Navigational
Selanjutnya jenis search intent navigational ini termasuk user yang ingin mengunjungi situs web tertentu, namun mereka tidak mengetahui domain dari pada laman resminya.
Misalnya, Anda ingin mengunjungi situs Glints, namun tidak mengetahui domain yang cocok. User pasti hanya akan mengetikkan kata kunci “Glints” pada kolak pencarian google.
Contoh lainnya, User ingin mencari sebuah lagu namun tidak tahu judul aslinya. Maka, dalam kolom pencarian Google hanya akan diketikkan “sebait lirik lagu yang User hafal”.
Setelah di klik pencarian, maka akan muncul beberapa lagu yang liriknya serupa seperti yang diketikkan. Maka User tinggal mencari, mana yang sesuai dengan apa yang dicari.
Sayangnya jenis search intent dari navigational ini akan sangat berfungsi, kalau situs website Anda telah banyak dicari orang utamanya lewat organic traffic.
Commercial investigation
Memang hampir serupa dengan search intent jenis transactional. Perbedaannya ada pada jenis search intent yang dimaksud melakukan pembelian dari pihak user dan jenis ini umumnya user sedang mempertimbangkan terlebih dulu sebelum proses pembelian.
Jadi, user akan mencari tahu terlebih dulu berbagai ulasan yang ada di internet. Umumnya, kueri atau sekumpulan instruksi yang bisa digunakan untuk bekerja dengan data adalah “Ulasan buku judul A” dan sebagainya.
Menerapkan Search Intent Dengan Mudah
Seperti jawaban tentang apa itu Search Intent? Anda pasti penasaran bagaimana penerapannya dalam penyusunan konten agar sesuai dengan keinginan user. Padahal Anda sebagai pemilik website tentunya tidak akan bisa mengetahui keinginan user dengan tepat.
Faktanya pemilik website juga bisa mengetahui keinginan user intent, caranya dengan memaksimalkan penerapan search intent dengan baik. Caranya sebagai berikut :
- Lengkapi terlebih dulu informasi tentang kebutuhan pengguna. Pakailah prinsip dari 5W+1H saat membuat konten.
- Kemudian susunlah dengan format konten sesuai mayoritas konten yang terdapat pada halaman 1 Google untuk keyword tersebut. Misalnya, Banyak kata kunci menggunakan awal “cara . . .” dan hasilnya umumnya dalam bentuk langkah-langkah. Artinya, jika Anda sudah membidik kata kunci ini. Pastikan konten yang dibuat isinya panduan, cara, tutorial, dan sebagainya.
- Jawablah pertanyaan yang ada dalam “People also ask”. Pengisian ini sangatlah membantu konten muncul dalam featured snippet di Google.
User intent dan user experience menjadi salah satu fokus Google untuk kedepannya. Oleh karena itu, penting mengintegrasikan search intent pada konten yang dibuat. Hal ini sangat diharuskan kalau Anda ingin website bisa menduduki halaman pertama Google.
Tips Memaksimalkan Search Intent
Memang menjawab Apa itu Search Intent memang hal yang mudah. Namun praktikkan ternyata tidak semudah itu, maka jika ingin memaksimalkan search intent sebaiknya menggunakan tips yang benar.
Pada dasarnya, search engine merupakan sesuatu hal yang sebaiknya dimaksimalkan praktisi SEO. Meski demikian, tidaklah mudah memaksimal hal ini. Sebab, memerlukan ketekunan serta kesabaran yang super tinggi, agar kata kunci yang Anda targetkan isa mengalahkan kompetitor pada halaman pencarian.
Salah satu cara paling terbaik dengan membuat survei kecil-kecilan dengan tujuan mengetahui apa yang umumnya dicari di internet. Anda dapat meletakkan survei pada situs website atau bisa juga membagikan pada email pelanggan Anda.
Bukan hanya itu saja, Anda dapat riset dahulu konten yang telah ditampilkan pada Google SERP. Langkah yang harus Anda lakukan adalah :
Menggunakan Kata Kunci Komersial
Supaya memperoleh hasil menarik di SERP. Lakukan proses optimasi pada sisi search intent. Anda gunakan kata kunci komersial yang mempunyai search volume yang tinggi dan membuat perencanaan publikasi konten seputar topik terbaik.
Contohnya, Anda dapat memakai kata kunci “Alat SEO gratis” dengan menghubungkan pada halaman produk. Bukan hanya itu saja, buat artikel yang mampu menerangkan informasi tentang alat SEO tersebut hingga prosedur pemakaian. Tujuannya unruk membantu user memahami konten tersebut.
Jalankan riset tentang search intent Audiens produk
Apa itu search intent telah Anda ketahui, maka jelas kegunaannya harus menyesuaikan topik khusus. Kata lainya, tidak seluruh kata kunci volume pencarian tinggi dapat dipakai untuk menunjang performa website.
Jadi lakukanlah riset dengan tujuan mengenali search intent audiens Anda. Lakukan dengan melihat halaman hasil pencarian langsung. Anda dapat melihat tipe konten macam apa yang memperoleh posisi paling tinggi.
Bahkan, Anda bisa menjalankan survei langsung untuk memperoleh insights dari metode ini. Pakai kuesioner yang isinya pertanyaan seputar apa saja yang user perlukan dan inginkan saat mengunjungi website Anda.
Demikianlah informasi tentang apa itu search intent? hingga tips memaksimalkannya. Semoga bermanfaat.
Baca Juga :
- Panduan Riset Keyword Akurat Untuk Menaikkan Traffic Blog Atau Website
- Tools Keyword Research untuk Menemukan Kata Kunci yang Tepat
- Manfaat Blog Baik Bagi Pembaca Maupun Penulis
- Panduan Google Helpful Content, Buat Konten untuk Manusia
- 10 Ciri Artikel Berkualitas (SEO Friendly) dan Enak Dibaca Pengunjung









