Mediakonten.ID - Saat awal atau akhir bulan biasanya karyawan sangat bersemangat karena akan menerima gajian sebagai bentuk reward yang diterimanya.

Gaji tersebut mempunyai banyak hal dan istilah yang perlu dikenal sehingga tidak mempunyai pemahaman yang berbeda. Terutama mengenai perbedaan gaji pokok, UMR, UMK, dan UMP yang mempunyai pengertian dan ketentuan yang berbeda.

Dengan mengetahui hal tersebut misalnya Anda akan bisa mengetahui mengenai gaji yang diterima setiap orang yang bekerja di perusahaan atau daerah mempunyai jumlah yang berbeda.

Pengertian Gaji Pokok

Setiap bulannya karyawan akan bisa menerima gaji pokok yang didapatkan. Gaji tersebut merupakan hak yang didapatkan dan diberikan oleh perusahaan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sehingga untuk besaran gaji pokok tersebut juga mempunyai nominal yang sudah pasti dan ditetapkan oleh pemerintah. Selain gaji pokok yang didapatkan yaitu 75% dari gaji total yang akan diterima.

Adapun untuk gaji lengkapnya yang diterima selain gaji pokok adalah:

  • Tunjangan tetap merupakan jenis tunjangan yang diberikan karyawan dengan nilai yang tidak berubah. Tunjangan tetap ini akan berubah juga apabila mempunyai jabatan yang berbeda, sehingga tunjangan tersebut bisa didapatkan besarannya menurut jabatan yang dipunyai.
  • Tunjangan tidak tetap merupakan tambahan tunjangan yang dapat diberikan oleh perusahaan. Tunjangan tidak tetap ini bisa diberikan dari jumlah kehadiran, laba yang didapatkan oleh perusahaan, dan juga berbagai hal lainnya tergantung dari kebijakan perusahaan. Tunjangan tidak tetap ini biasanya akan dibayarkan dalam waktu terpisah tidak bersamaan dengan gaji pokok dan tunjangan tetap.
  • Upah lembur merupakan tambahan yang bisa didapatkan karyawan dari kerja yang telah dilakukan. Lembur tersebut dihitung apabila bekerja di luar jam kantor atau jam kerja, sehingga akan mendapatkan upah lembur yang disesuaikan dengan banyaknya lemburan yang diambil oleh karyawan.

Pengertian UMK dan UMP

Dalam gaji atau upah juga dikenal dengan UMK atau yang merupakan singkatan dari Upah Minimum Kota atau Kabupaten.

Dari nama tersebut sudah jelas bahwa UMK merupakan upah minimum yang didapatkan tergantung dari regulasi atau peraturan wilayah tertentu.

Sehingga hal tersebut membuat UMK yang dipunyai akan berbeda karena mempunyai aturan berlaku yang berbeda di setiap wilayah.

Setiap kabupaten mempunyai upah minimum yang berbeda dengan perhitungan yang telah ditetapkan dengan berbagai pertimbangan agar mendapatkan UMK yang tepat. Peraturan mengenai UMK ini ditetapkan menurut Perpu Nomor 78 tahun 2015 mengenai pengupahan.

Mengenai penentuan besar UMK tersebut akan bisa diterima yang berbeda atau juga sama dengan gaji pokoknya.

Di mana peraturan mengenai pengupahan minimal kota ini ditetapkan oleh pemerintah, penguasa, dan tentunya pekerja yang dilipatkan sebagai tripartit. Hal tersebut bisa mendapatkan UMK yang akan menampung segala aspirasi pihak tersebut.

Di mana pengusaha tentunya tidak ingin dirugikan dengan membayar upah pekerja yang mahal, tetapi di satu sisi pekerja tidak ingin diberikan upah yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya.

Oleh karena itulah pemerintah bisa menjadi penengah untuk mendapatkan keputusan dan menentukan peraturan yang bisa menguntungkan baik pihak perusahaan maupun pekerja.

Karena peraturan yang dilakukan dengan diskusi sesuai dengan kebutuhan masing-masing kota tersebut tidak heran apabila mempunyai besaran UMK yang berbeda. Hal tersebut yang akan membedakannya juga dengan UMR dan UMP.

UMP merupakan Upah Minimal Provinsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan ditetapkan oleh peraturan provinsi. Sedangkan sistem UMR atau Upah Minimum Regional sudah tidak digunakan lagi dalam sistem pengupahan.

Tidak dipakainya istilah UMR tersebut ditetapkan dari revisi Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dikeluarkan tahun 2000 nomor 225.

Keputusan tersebut menyebutkan bahwa UMR tingkat 1 dikelola dan diganti dengan UMP, sedangkan untuk UMR tingkat II diganti dengan UMK. Definisi tersebut bisa memberikan pengertian mengenai perbedaan gaji pokok, UMR, UMK, dan UMP.

Perbedaan UMR, UMK, dan UMP

Setelah mengenai pengertian atau definisi dari sistem pengupahan yang diterima tersebut juga akan membantu untuk mengenali perbedaannya.

Sehingga hal tersebut juga akan membuat lebih paham mengenai berapa banyak gaji yang didapatkan dan mengapa gaji yang diterima dapat berbeda seperti yang telah dijelaskan di atas.

Karena penetapannya juga berbeda disesuaikan dengan diskusi yang dilakukan masing-masing baik dari tingkat kabupaten atau kota hingga tingkat provinsi. Di mana untuk perbedaan gaji pokok, UMR, UMK, dan UMP adalah:

1. Area cakupan

Hal pertama yang bisa membedakan berbagai istilah mengenai gaji yang diterima tersebut adalah dari area cakupannya. Dari definisi yang dijelaskan akan terlihat jelas mengenai perbedaan gaji dari area cakupannya.

Di mana untuk UMK tersebut adalah upah yang diterima dari kabupaten dan kota dengan aturan untuk memberikan upah minimal atau paling rendah yang diatur sesuai dengan ketentuan.

Sedangkan untuk UMP merupakan upah yang didapatkan dari seluruh kabupaten dalam lingkup provinsi. Gaji pokok sendiri merupakan aturan mengenai gaji dasar yang diterima di lingkup perusahaan saja yang ditetapkan oleh internal kantor.

2. Pengaturan wewenang

Perbedaan selanjutnya yang memudahkan untuk membedakan sistem pengupahan tersebut adalah dari cara mengatur dan menentukan wewenang tersebut.

Seperti untuk UMK atau upah yang diberikan di kota atau kabupaten tersebut memberikan wewenang pada bupati atau walikota dengan usulan dan juga diskusi dengan pihak pekerja dan perusahaan di wilayah tersebut.

Kemudian bupati atau walikota akan mengajukannya kepada gubernur yang juga penting untuk memutuskan UMP yang akan ditetapkan. UMP tersebut akan ditetapkan oleh gubernur dengan memperhatikan mengenai kondisi ekonomi yang ada di setiap daerahnya.

Sedangkan untuk penentuan mengenai gaji pokok di perusahaan tentunya dari pihak yang ada di perusahaan tersebut yang bisa memperhatikan skala dan kemampuan perusahaan.

3. Waktu penetapan

Perbedaan selanjutnya yang bisa digunakan untuk membedakan mengenai sistem pengupahan adalah dari waktu penetapannya. Untuk sistem UMK dan UMP biasanya akan dilihat dari waktu penetapannya.

Di mana untuk UMP dan UMK ditetapkan setiap tahunnya dengan melihat kondisi yang dipunyai di daerah kabupaten atau provinsi.

Apabila mempunyai kenaikan ekonomi tentunya akan membuat upah yang didapatkan juga dapat meningkat. Untuk penentuan gaji pokok bisa dilihat dari jabatan yang dipunyai, sehingga mempunyai total gaji yang berbeda-beda.

4. Faktor yang mendasari

Hal terakhir yang bisa diperhatikan untuk bisa membedakan mengenai gaji yang diterima tersebut juga dari faktor yang dapat mendasari besaran gaji tersebut.

Di mana untuk UMP atau upah minimum provinsi tersebut tentunya ditentukan oleh kondisi ekonomi dan juga tenaga kerja yang ada di tingkat provinsi.

Sedangkan untuk UMK atau UMR tingkat I tersebut diambil dari faktor besar upah yang dipunyai dari inflasi daerah, biaya hidup, pertumbuhan ekonomi daerah, dan pertimbangan lainnya untuk mendapatkan besar upah yang tepat sesuai kebutuhan pekerja dan kesanggupan perusahaan.

Manfaat Penetapan Gaji Pokok, UMR, UMK, dan UMP

Penetapan mengenai besaran dan perbedaan gaji pokok, UMR, UMK, dan UMP tersebut bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Seperti yang telah dijelaskan bahwa penetapannya tersebut melibatkan pihak yang terkait.

Baik dari pekerja dan juga pengusaha akan melakukan diskusi bersama pemerintah kota hingga provinsi untuk mendapatkan gaji yang tepat.

Sehingga hal tersebut tentunya akan bisa memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Misalnya manfaat yang bisa diberikan bagi pekerja adalah:

  • Penetapan gaji yang diterima tersebut akan bisa untuk meningkatkan produktivitas yang dipunyai. Dengan mempunyai gaji minimal yang telah disepakati bersama dan sesuai dengan aturan yang berlaku maka bisa untuk membuat produktivitas pekerja dapat meningkat. Karena penetapan besaran gaji atau upah tersebut tentunya sudah dilakukan diskusi terlebih dahulu sehingga pekerja akan merasa dibayar dengan standard yang telah didiskusikan.
  • Manfaat penetapan tarif UMK dan UMP tersebut juga akan dapat untuk membuat tarif hidup dapat meningkat. Sehingga upah yang didapatkan dari penetapan tersebut akan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup untuk membuat kebutuhan diri dan keluarga dapat tercukupi. Besarnya upah yang didapatkan tersebut bisa diatur dengan baik, sehingga akan bisa cukup untuk berbagai kebutuhan keluarga. Baru saat upah yang diterima tersebut cukup untuk kebutuhan keluarga, maka pekerja dapat merasa bahwa pembagian upah yang ditetapkan sudah berjalan dengan adil.
  • Manfaat terakhir yang bisa didapatkan dari penetapan upah tersebut adalah dapat untuk hidup layak. Penting sekali pekerja agar mempunyai kehidupan yang layak yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan tarif hidup di wilayah tertentu. Sehingga apabila upah tinggi di wilayah tertentu biasanya juga diikuti dengan tarif hidup yang tinggi. Sehingga hal tersebut akan bisa membuat upah yang didapatkan akan bisa memenuhi tarif hidup yang mahal di suatu wilayah tersebut.

Sedangkan keuntungan atau manfaat yang bisa didapatkan dengan menetapkan upah minimum kabupaten atau provinsi bagi perusahaan adalah:

  • Manfaat pertama adalah perusahaan yang akan dapat untuk membuat perencanaan keuangan dan juga melakukan proyeksi keuangan perusahaannya dengan lebih mudah. Perusahaan tentunya perlu untuk mengeluarkan dana yang digunakan untuk gaji, sehingga dengan mempunyai penetapan upah yang diberikan untuk karyawan akan mudah untuk mengetahui kekuatan finansial yang dipunyai.
  • Manfaat selanjutnya adalah perusahaan yang akan dapat untuk melakukan prediksi mengenai biaya pegawai yang akan diberikan dalam jangka panjang. Hal ini penting karena terkait juga dengan strategi perusahaan dalam jangka panjang dan memastikan bahwa keuangan perusahaan akan sanggup untuk memenuhi kebutuhan keuangan dan membayar gaji setiap bulannya untuk karyawan tersebut.
  • Manfaat penetapan upah minimal yang bisa dirasakan oleh perusahaan terakhir adalah dapat untuk menarik investor. Misalnya perusahaan banyak yang tidak ingin memberikan upah tinggi pada pekerjaan karena takut tidak bisa untuk menarik investor. Sehingga dengan penetapan upah tersebut akan lebih mudah untuk menarik investor yang akan menanamkan modal karena sudah mempunyai kepastian finansial yang dipunyai perusahaan dari penetapan tersebut.

Perbedaan gaji pokok, UMR, UMK, dan UMP seperti di atas bisa diketahui sehingga bisa mengerti mengenai besaran upah yang berbeda-beda yang diterima di satu daerah.

Seperti misalnya Anda akan melihat besaran upah yang tinggi di berbagai daerah di Indonesia yang berbeda dengan daerah lainnya.

Hal tersebut tentunya karena penetapannya tidak sembarangan dan telah memperhatikan dengan tarif hidup yang dipunyai, inflasi, dan juga kemajuan ekonomi di wilayah tersebut sehingga mempunyai besaran upah yang berbeda.

Baca Juga : 7 Tips Jitu Cara Meningkatkan Penjualan Produk Bisnis Anda